Mendengarkan Publik Lewat Social Media, Twitter

Image

Dalam menjalani kegiatan publikasi, brand juga harus menerapkan komunikasi yang efektif terhadap publik. Pada era digital seperti sekarang ini, sebuah brand dapat melakukan interaksi dan komunisuasi (komunikasi dan persuasi) dengan publiknya. Komunikasi ini dapat mereka lakukan melalui sebuah perantara baru yang di sebut dengan “Media Social”. Media social ini terdiri dari beberapa jenis, ada Facebook, Twitter, YouTube, Linkedin, Pinterest, G+ (Google Plus), dan lain-lain yang memiliki manfaat dan demografi berbeda.

Kegiatan promosi yang di lakukan oleh brand-brand besar melalui social media, sudah dilakukan beberapa tahun belakangan. Dengan tujuan untuk menjalin ikatan emosional dengan costumer dan mengetahui apa yang di inginkan publik atau costumer dari brand tersebut melalui social media. Tingkat keefektifan dalam program kampanye melalui social media bisa dijadikan tolak ukur dalam mencapai segmentasi pasar yang sesuai dengan karakteristik brand tersebut. Disini social media juga merupakan sebuah toolsyang ideal bagi para marketers guna menjangkau, mencakup dan mendengarkan demand audiens.

 Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi insight para marketers dalam mendengarkan suara audiens melalui social media :

1. Tentukan Target Audiens

Kebanyakan, social media digunakan sebaga sebuah “tren” oleh para marketer untuk menunjukan eksistensi brand meraka kepada publik. Namun, dibalik itu semua, memiliki social media merupakan sebuah manfaat bagi para marketer dalam mencari dan melakukan pemetaan terhadap segmen/target yang akan mereka tuju. Ini dapat dijadikan alat riset sederhana untuk mengetahui respon target sasaran dalam menyusun strategi kampanye.

2 Audiens Berpengaruh Terhadap Brand

Jangan pernah berfikiran bahwa mengenal sebuah brand melalui social media tidak memiliki dampak bagi suatu brand. Justru sebaliknya, saat ini sebuah brand dapat mengelompokan konsumen dan membuat skala prioritas terhadap kelompok ini untuk menjaga dan membantu membangun citra sebuah brand pada social media.

3. Gunakan “Kata Kunci Populer”

Dalam melakukan sebuah “soft campaign” dalam dunia social media, perlu dilengkapi juga dengan kata kunci yang merupakan sebuah ciri khas atau jati diri dari brand tersebut. Kata kunci ini dapat dijadikan sebuah media komunikasi masyarakat pada dunia Twitter dan memudahkan bagi sebuah brand dalam mencari pembahasan pada linimasa. Semisal, penggunaan “hastag” atau tanda pagar (tagar) pada Twitter, dapat membantu sebuah brand menjadi trending topic (topik pembicaraan) di social media Twitter dalam membangun dan melakukan kampanye suatu produk kepada masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s