Kembali Menggunakan Bahasa Inggris Pada Hari Jumat?

Pada awal tahun 2000 sempat tercetus wacana yang kemudian di realisasikan oleh sebagian besar instansi pendidikan , yaitu menggunakan bahasa Inggris di sekolah mereka pada hari Jumat. Sebelumnya kita tentu ingat bahwa haru Jumat merupakan hari dimana kita melakukan Senam  Kesegaran Jasmani atau yang lebih familiar dengan sebutan SKJ. Berlalu dari senam SKJ mulailah sebuah terobosan baru dengan meng-integrasikan senam pagi menggunakan lagu daerah manado yakni Poco-Poco. Pada medio itulah kita juga di anjurkan oleh guru kita untuk menggunakan bahasa Inggris yang berlaku untuk semua siswa guna berinteraksi dengan sesama siswa atau dengan guru mereka di sekolah.

friday

Sebagai siswa pada masa itu, penulis pernah mengalami dan merasakan hal tersebut sejak di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Terlebih kegiatan tersebut di barengi dengan himbauan dari dinas pendidikan bahwa hari Jumat di wajibkan bagi siswa/i dan pengajar serta seluruh staff sekolah untuk mengenakan busana muslim bagi yang beragama muslim. Hal ini mendapat respon positif dan sangat baik dari seluruh pihak, agar terciptanya kesadaran beraga yang tinggi yang dimulai sejak bangku sekolah. Selain menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa interaksi di sekolah dan penggunaan busana muslim bagi siswa/i yang beragama muslim, tentunya terobosan semacam ini akan dapat membantu pengembangan siswa/i untuk menemukan jati diri mereka serta penambahan wawasan dan kemampuan diri di sekolah.

Saya sangat setuju dengan peraturan dinas pendidikan yang dulu sempat mendapatkan apresiasi publik yang sangat baik tentunya dengan misi yang baik pula. Sebenarnya hal semacam ini, kini harus dan bisa di terapkan kembali dalam menuju Indonesia yang maju dan berkembang ke arah global. Selain dapat menambah ilmu pengetahuan, tentunya akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana tata bahasa Inggris yang baik dengan langsung melakukan komunikasi sesama teman di kelas ataupun di lingkungang sekolah. Oleh dari pengalaman itulah, kita sebagai masyarakat yang cerdas dan kritis harus tetap mendukung dan akan lebih baik lagi jika kita peduli untuk mengusulkan kegiatan positif ini kepada pihak atau lembaga terkait dengan tujuan, maksud dan efek positif yang nantinya bagi siswa/i di sekolah masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s